CARA MENANAM PADI DI PONOROGO

0

Menanam padi di daerah kabupaten Ponorogo dilakukan oleh para petani. Musim tanam padi tahap pertama biasanya dimulai pada bulan november atau awal musim penghujan istilah daerah setampat “labuh”. Penanaman padi di mulai dengan menyiapkan lahan dan benih padi, lahan di bajak dan diratakan dibuat berlumpur lembek saat akan dimulai menanam benih padi. sebelum benih padi di tanam pada lahan persawahan terlebih dahulu disemai kurang lebih 20 hari dan dipindahkan ke lahan. pemindahan benih padi disebut dengan istilah ndaut (pencabutan benuh padi dari tempat penyemaian)

Gambar persiapan lahan padi sebelum ditanami

selanjutnya padi ditanam pada lahan dengan cara menacapkan bibit padi pada lahan hal ini disebut dengan istilah tandur, biasanya tandur dilakukan oleh para wanita jarak tanam padi 25 cm. setelah padi ditanam selanjutnya dilakukan pemeliharaan pada tanaman padi, pemeliharaan tanaman padi meliputi pengairan, pemupukan,  pembersihan rumput, dan penanggulangan hama. Pemupukan pertama dilakukan pada 7 hari setelah masa tanam pupuk yang diberikan jenis pupuk ZA

dan pupu organik sebanyak total 20 kg untuk lahan papan 50. Pembersihan rumput pada sekitar tanaman padi dilakukan secara berkala saat tanaman terdapat rumput pengganggu dengan cara di garuk atau di watun.

Gambar orang “matun” membersihkan rumput pada lahan padi 

Pengarian dilakukan secara berkala ketika lahan dirasa kering usahakan lahan jangan sampai terlalu kering atau istilah orang Ponorogo “nelo” terdapat retakan pada tanah.

Gambar kebutuhan air pada tanaman padi

Penangulangan hama dilakukan apabila pada tanaman padi terdapat serangan hama misal ulat, kaper, maupun wereng dngan cara penyemprotan pestisida. Pemupukan tahap kedua dilakukan saat padi berumur 15 hari dari mas tanam dengan memberikan pupuk jeis ZA dan phonska sebanyak 20 kg.

Tanaman padi setelah pemupukan kedua kalinya

Pengairan dilakukan lagi setelah pemupukan pada pemupukan tahap kedua, selanjutnya pemupukan dilakukan lagi pad tahap ketiga jika diperlukan dengan ansumsi tanaman padi pertumbuhanya tidak begitu baik yakni pada usia padi 35 hari dari mas tanam dan setelah itu di tunggu sampai masa panen tiba namun dengan tetap memperhatikan kondisi tanah jangan sampai terlalu kering, agar tanah tidak terlalu kering dan kebutuhan air pada tanaman padi tercukupi maka perlu dilakukan pengairan berkala.

Sistem pengairan menggunakan pompa yang digerakan oleh mesin etek

Pada usia padi umur 60 hari biasanya padi berbuah istilah di Ponorogo padi “njebul” saat padi njebul atau berbuah maka perlu di beri pengairan lagi. 

Tanaman padi mulai berbuah (njebul) usia 50-60 hari

Saat separti ini biasanya terdapat serangan hama walang sangit dan burung pipit atau burung pemakan biji padi yang menggangu tanaman padi.


Gambar Hama Walang sangit

petani biasanya membasmi hama menggunakan pestisida yang disemprotkan, hama walang sangit jika tidak di tanggulangi biasanya akan membuat bulir pada tanaman padi tidak berisi alias gabuk pestisida yang biasanya digunakan adalah jenis merk tankil, sedangkan hama burung pemakan padi biasanya para petani menanggulangi dengan menjaga sawah mereka dari hama burung dengan menjaganya saat pagi sampai sore.

Gambar penanggulangan hama burung

Masa panen padi bisanya saat padi telah berisi dan tua usianya kurang lebih 90 har i padi baru bisa di panen.

Gambar panen Padi 

Selanjutnya setelah panen selesai para petani di Ponorogo akan kembali mengolah lahan tanam padi pada tahap kedua yakni biasanya dimulai masa tanam padi pada bulan maret dengan cara dan sistem sama seperti pada tanam padi tahap pertama.

You might also like More from author

WordPress database error Table './k1370894_wp/wp_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed for query SELECT SQL_CALC_FOUND_ROWS wp_comments.comment_ID FROM wp_comments WHERE ( comment_approved = '1' ) AND comment_post_ID = 31 ORDER BY wp_comments.comment_date_gmt ASC, wp_comments.comment_ID ASC made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/publisher/single.php'), publisher_get_view, include('/themes/publisher/views/general/post/style-7.php'), publisher_comments_template, comments_template, WP_Comment_Query->__construct, WP_Comment_Query->query, WP_Comment_Query->get_comments, WP_Comment_Query->get_comment_ids

Leave A Reply

Your email address will not be published.